Wednesday, February 09, 2005
Akulah puisi itu....
yang setiap hari kau eja
pada kata yang sudah jemu akan makna.
Akulah relung itu...
yang setiap desah nafasnya
selalu berjalan melewati alir air
Menuyusuri sunyi tangis bayi yang tak bisa lagi menetek pada ibunya
akulah guru sejati itu...
yang setiap denyut nadinya kuajarkan akan arti rindu.
Pesanku,jangan kau maki matahari
yang tak bisa kau sulut pada sumbu malam.
karna malam tetaplah malam.
Dan malam akan padam jikalu siang datang menghujam.
Posted at 01:22 am by ipank
Permalink
Hari ini kulumat pelan-pelan bening embun di senyummu.
hanya sekedar menanggalkan seutas rindu yang menjadi sayat di ujung pilu
besok pagi tak akan kulihat nyala Bulan di wajahmu
aku hanya memohon untuk sekali ini saja,
karena masih banyak waktu yang belum aku telanjangi,
tapi sungguh, akan kuhentikan langkahku jika kau mau
kasih....
aku lapar
aku gersang
aku goyang
aku menunggu keranda menjemput udzur usiaku
bersama sisa cinta kita yang aku dzikirkan setiap lemah ucap katupku
Posted at 01:21 am by ipank
Permalink
Lihatlah pada mata sayuku, ceritakan apa yang kau lihat.
pening, sakit, atau... sesal barangkali
lihatlah ke hati kecilku ini, katakan apa yang kau temui
kemarahan dan sakit jiwa, tak ada sedkitpun arti kedamaian.
sekarang lihatlah sekali lagi dan sedikit lebih jeli.
dapatkah kau lihat hatiku tumbuh menjadi kuat.
tidakkah kau lihat aku bahagia didalamnya.
tidakkah kau lihat aku masih punya rasa bangga
lebih tajam lagi kau lihat kedalamku
maka akan kau temukan jawaban
yang selama ini kau tanya
Posted at 01:06 am by ipank