|
Perawanku...
wajah siapa lagi yang hendak kau sapa
pada tubuh puisi itu?
Cintakah?
Perawanku...
Mulutmu yang mungil melenggak-lenggok
dan menari riang di kosong jiwaku
diiringi merdunya alunan puisi rindu
Perawanku...
izinkanlah aku untuk selalu setia
pada teduh wajahmu
dan akan kutapaki setiap jengkal ranum
bathinmu disudut mata yang tak lelah akan indah
buaimu
Perawanku...
keep smile oK!
|