|
Saat kumelihat Selembar rambut dikaos hitamku aku baru sadar bahwa tadi siang kau bersamaku bercerita tentang mimpi dan kejamnya waktu yang katamu itu perih dan menyayat kalbu
ohh... kekasihku tangismu adalah sendu Dendammu adalah sebongkah batu Senyummu hampa dan tawamu bisu kau sobek selembar kertas yang ada pada buku Diarymu dan kau bilang: ah, ini tak perlu untukku
Sambil tetap bersandar dipundakku kau masih bercerita meski itu lemah diucapkan pada mulut katupmu kau tampar sendiri mukamu seakan kau benci pada hidupmu yang penuh liku
katakanlah padaku bahwa kau tak akan bunuh diri hanya karna itu karna aku yakin tuhan tak pernah setuju
batam 28 oct 2002
|