<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>sahabat pena</title>
    <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/</link>
    <description>sahabat pena</description>
    <lastBuildDate>Sun, 02 Sep 2007 13:10:01 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <category>Computers &amp; Internet</category>
    <category>Arts</category>
    <category>Poetry</category>
    <item>
      <title>Lebam</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/13.html</link>
      <pubDate>Sun, 02 Sep 2007 06:06:50 GMT</pubDate>
      <description>Sengkarut waktu yang selama ini seakan menyindirku dengan wajah bengisnya seakan mempertegas jiwaku yang semakin kerdil. Bening embun pada tetesan daun seakan tak mampu mewakili jiwaku yang sakit. Aku terkurung dalam lingkaran kebencian pada orang-orang yang selama ini mempelasahku dengan mata apinya.

Pagi ini memang aku tak ingin beranjak kemanapun, aku hanya ingin menikmati teh hangat yang selalu aku seduh pada tetesan luka. Masih terngiang omelan nenekku yang puluhan tahun lalu telah pergi, mainan masa kecilku dan semua aktivitas mimpi yang aku arungi tadi malam.

Perjalanan menuju... (more)</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=13</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Tahajud</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/12.html</link>
      <pubDate>Fri, 29 Dec 2006 11:07:33 GMT</pubDate>
      <description>setelah tadi malam aku letih berjalan  di hektar - hektar doa 
dan air mata, mungkin sudah saatnya kurapikan waktu, berharap 
senja masih mau berkompromi dengan jiwaku yang makin kerdil.

Tahajudku untukmu duhai maha abadi...</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=12</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Perawanku</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/11.html</link>
      <pubDate>Sun, 11 Sep 2005 09:46:48 GMT</pubDate>
      <description>Perawanku...

wajah siapa lagi yang hendak kau sapa

pada tubuh puisi itu?

Cintakah?
Perawanku...

Mulutmu yang mungil melenggak-lenggok

dan menari riang di kosong jiwaku

diiringi merdunya alunan puisi rindu
Perawanku...

izinkanlah aku untuk selalu setia

pada teduh wajahmu

dan akan kutapaki setiap jengkal ranum 

bathinmu disudut mata yang tak lelah akan indah

buaimu
Perawanku...

keep smile oK!</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=11</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Hanya Iringan doa</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/10.html</link>
      <pubDate>Fri, 09 Sep 2005 01:40:31 GMT</pubDate>
      <description>      :Untuk Dian yang pergi tak pamitan



Badai yang berkecamuk di dada ini,

sungguh telah membinasakan seluruh asa.

Maafkan Bidadari, Perjalanan ini harus terputus.
Semua episode cinta ini

akan aku simpan baik-baik 

di Buku Harian sisa perjalan Hidupku.

dan kubingkai indah di lubuk hati yang paling dalam.
Selamat jalan Sayang.

Doa tulus ini akan 

membimbingmu berjalan.
Tuhan, titip bidadariku

</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=10</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pesan Singkat</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/9.html</link>
      <pubDate>Sat, 26 Mar 2005 13:49:02 GMT</pubDate>
      <description>

Halo apakabar say!

Embun dimatamu makin kinclong aja

oh yah, getar ini masih sama seperti dulu lho.

Kapan kamu mampir ke sunyi jiwaku?

Nanti kalo main kesini, bawakan aku senyum itu

yah, Soalnya aku kangen sekali 


Bye.....</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=9</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Rasa Sono</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/8.html</link>
      <pubDate>Thu, 17 Mar 2005 13:47:59 GMT</pubDate>
      <description>Peuting ieu akang ngitung baranangna bentang, 
peuting ieu akang kakeureut hate. 
kanyaah, kadeudeuh jeung kaasih 
Ngahiji jeung beuratna hariwang 
iraha bagja bisa kasorang 

is... 
Kudu kumaha akang nyarita 
kudu kasaha niisskeun tunggara 
Didieu, kiwari akang sasaur 
samemeh janari mapag gulidagna hate, 
meungpeueng panonpoe can reureuh nyaangan dunya, 
akang moal bosen mikasono anjeun. 

is... 
dina impenan anjeun ngajirim 
gugupay nagih jangji pasini 
hampura, hampura akang geulis 
nu teu bisa mapagkeun lalangse hate. 

</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=8</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Menyesalkah Aku?</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/7.html</link>
      <pubDate>Tue, 08 Feb 2005 19:39:49 GMT</pubDate>
      <description>Aku Menagih janji padamu mendung

katanya kau akan segera berlalu

tapi nyatanya duka masih menghantuiku

aku meminta penjelasan padamu embun

katanya indahmu kekal

tapi nyatanya aku tersingkir getir


Sampai saat ini aku masih menyesali 

telah mempersuntingmu, sunyi

katanya kau teman setiaku

tapi nyatanya aku hanyalah 

seorang calon mayat

yang bingung harus mati dimana

Apakah ini rencanamu, tuhan?

Atau setidaknya ada yang tahu jawabnya?
</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=7</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Berontak</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/6.html</link>
      <pubDate>Tue, 08 Feb 2005 19:36:32 GMT</pubDate>
      <description>Kupahat ayat-ayat sayat yang tersirat di dinding kodrat

kutandu rindu yang ada pada lagu yang kutahu itu tak merdu

kugubah sejarah penuh darah penuh lintah


kini kau juga tahu, bahwa aku hanyalah sisa-sisa sunyi

yang mencoba merangkak menyusuri separuh jiwaku

yang dulu pernah akrab denganku.


tapi kini, semuanya sirna ditelan raksasa waktu

yang semakin hari merayap melumat udzur usiaku


tuhan, ada ribuan demonstran yang berontak 

dan mencoba untuk keluar dari dalam dadaku. 

yang pasti, mereka tak setuju setan jadi presiden


</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=6</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Waktu</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/5.html</link>
      <pubDate>Tue, 08 Feb 2005 19:34:34 GMT</pubDate>
      <description>Pertempuran belum berakhir kawan, katamu

tolonglah, Pagi ini aku tak mau lagi bertempur denganmu, waktu

ya..., kini aku mengaku kalah

tapi aku mohon jangan tindas aku lagi

karena luka yang menganga belum reda

karena pedih yang merintih masih dikunyah lirih.</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=5</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ceritakan Padaku</title>
      <link>http://sahabatpena.blogdrive.com/archive/4.html</link>
      <pubDate>Tue, 08 Feb 2005 19:28:59 GMT</pubDate>
      <description>Saat kumelihat Selembar rambut dikaos hitamku aku baru sadar bahwa tadi siang kau bersamaku bercerita tentang mimpi dan kejamnya waktu yang katamu itu perih dan menyayat kalbu 

ohh... kekasihku tangismu adalah sendu Dendammu adalah sebongkah batu Senyummu hampa dan tawamu bisu kau sobek selembar kertas yang ada pada buku Diarymu dan kau bilang: ah, ini tak perlu untukku 

Sambil tetap bersandar dipundakku kau masih bercerita meski itu lemah diucapkan pada mulut katupmu kau tampar sendiri mukamu seakan kau benci pada hidupmu yang penuh liku 

katakanlah padaku bahwa kau tak akan bunuh diri... (more)</description>
      <comments>http://sahabatpena.blogdrive.com/comments?id=4</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
